Suara Buruh Dibungkam Lewat Kasus OTT Noel? - rekam-jejak.id
Fakta Aktual Dan Terpercaya
Indeks

Suara Buruh Dibungkam Lewat Kasus OTT Noel?

Immanuel Ebenezer (Noel).

Jakarta,Rekam-jejak.id  Immanuel Ebenezer bukanlah seorang pejabat yang muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari jalanan, dari barisan demonstrasi, dari panasnya perjuangan kaum buruh yang tertindas. Sementara banyak pejabat memilih kenyamanan ruang ber-AC, Noel memilih untuk lantang menyuarakan ketidakadilan di hadapan para pemilik modal. Salah satu momen yang tak terlupakan adalah ketika ia dengan berani menghadapi seorang bos besar perusahaan yang mengancam pekerja dengan alasan ijazah.

Noel menyaksikan sendiri bagaimana sistem ketenagakerjaan sering kali menjadi alat penindasan. Banyak pekerja yang telah mengabdi bertahun-tahun, mencurahkan keringat dan tenaga, namun ketika mereka bersuara tentang upah, mereka justru diremehkan dengan pertanyaan sinis: “Apa kamu punya ijazah?” Pertanyaan ini merendahkan martabat buruh, seolah-olah hanya ijazah yang menentukan apakah seseorang layak memperjuangkan hak-haknya. Noel tidak tinggal diam. Ia berdiri, menantang, dan dengan tegas membela pekerja tersebut. Suaranya menggema, wajahnya memerah, dan semua yang hadir tahu bahwa amarah itu bukanlah sandiwara. Itu adalah luapan emosi yang tulus dari hati yang terluka melihat buruh dipermalukan.

Itulah Noel. Ia bukanlah pejabat yang mencari aman. Ia tidak pernah mahir dalam merangkai kata-kata manis. Ia memilih konfrontasi, ia memilih sikap yang tegas. Karena itulah ia dihormati oleh para pekerja, namun juga dibenci oleh mereka yang terbiasa memperlakukan buruh sebagai budak modern. Dari kejadian itu saja, kita dapat melihat bahwa Noel bukanlah orang yang mudah dibeli. Justru karena ketegasannya itulah ia dianggap sebagai gangguan.

Dan kini, perhatikanlah bagaimana ia dijatuhkan. Operasi Tangkap Tangan (OTT), tuduhan suap, pencopotan yang kilat. Semuanya terasa terlalu rapi, terlalu cepat, dan terlalu menguntungkan bagi mereka yang sejak lama ingin membungkam suara Noel. Apakah ini benar-benar murni persoalan hukum? Atau justru kasus ini adalah hadiah bagi para bos yang pernah ia lawan? Bukankah lebih mudah menyingkirkan Noel dengan label koruptor daripada berhadapan dengannya di ruang publik?

Kita harus bersikap tegas. Korupsi memang musuh bersama, tetapi mengorbankan seseorang yang paling gigih membela buruh melalui skenario kotor adalah pengkhianatan yang lebih berbahaya. Jika Noel dapat dijatuhkan dengan cara seperti ini, maka tidak ada lagi jaminan bagi suara-suara lantang lainnya. Hari ini Noel, besok mungkin siapa saja yang berani melawan arus kepentingan.

Dan sejarah akan mencatat: di negeri ini, seseorang yang berani membela buruh hingga marah-marah melawan bos yang sombong, justru dipaksa jatuh dengan tuduhan yang belum jelas kebenarannya. Misteri Noel bukan hanya tentang uang, tetapi tentang siapa sebenarnya yang sedang membungkam suara pekerja melalui sebuah kasus.

Oleh: Mawengkang

 

Baca Juga ; 👇

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadilah Member Media Kami Rp.0,. 🙏

X