Vicky Katiandago Mengundurkan Diri dari Kepolisian: "Sekali Bhayangkara Selamanya Bhayangkara" - rekam-jejak.id
Berita  

Vicky Katiandago Mengundurkan Diri dari Kepolisian: “Sekali Bhayangkara Selamanya Bhayangkara”

Screenshot 20260401 114401 Gallery

Manado, Rekam-jejak.id – Sosok Vicky Katiandago yang pernah dikenal karena keberaniannya menangani kasus yang menjadi perbincangan publik, kini menghadapi babak baru dalam hidupnya setelah mengumumkan keputusan untuk meninggalkan institusi kepolisian.

Vicky diketahui pernah menangani perkara tindak pidana korupsi yang menjadi sorotan publik. Saat menangani kasus tersebut, dirinya kemudian mutasi ke kabupaten lain. Banyak pihak menduga bahwa keputusan untuk mengundurkan diri ini berasal dari rasa kekecewaannya terhadap institusi, mengingat mutasi tersebut dianggap tidak sesuai dengan kinerja jujur yang telah diperlihatkannya dalam menangani kasus korupsi.

Lewat video sederhana yang diambil di halaman kantor Polda Sulawesi Utara, cuitan nya dalam video yang di unggah pada selasa (30/04/2026) menyampaikan pesan perpisahan tanpa kemewahan atau sorotan berlebihan. Dalam video tersebut, ia secara berurutan mengucapkan terima kasih kepada Polda Sulut, Polres Minahasa, Polres Kepulauan Talaud, serta ZAZG.

Kalimat yang paling menyentuh hati adalah ketika ia menyatakan, “Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal… tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA.” Setelah menyampaikan kata-kata itu, ia melakukan sujud – sebuah gerakan yang tampak sebagai bentuk pelepas beban atas pengabdian dan kenangan selama mengenakan seragam coklat.

Tak ada informasi rinci mengenai alasan resmi yang mendasari keputusannya, namun dugaan kekecewaan akibat proses mutasi saat menangani kasus korupsi menjadi perbincangan utama di kalangan publik. Meskipun demikian, sulit untuk menyimpulkan secara pasti apakah perpisahan ini datang dari rasa kecewa, kelelahan, atau sikap ikhlas. Yang jelas, pengabdiannya tidak diakhiri dengan pujian atau apresiasi yang terlihat luas, melainkan dengan diam dan langkah pergi yang tampak berat.

Dalam unggahan singkatnya yang menyertai video tersebut, ia hanya menuliskan dua kata: “I Quit.” Di balik kata-kata tersebut, tersirat perjalanan panjang dan cerita yang mungkin belum pernah terungkap secara penuh.

Meskipun kini tidak lagi menjadi bagian dari institusi kepolisian, seperti yang ia nyatakan, jiwa Bhayangkara tetap ada dalam dirinya. Banyak pihak berharap bahwa keadilan yang selama ini menjadi harapan bersama dapat benar-benar terwujud, terutama terkait kasus korupsi yang pernah ditangani serta proses yang menjadi latar belakang keputusannya untuk mengundurkan diri.

Kasus pengunduran diri Vicky Katiandago menjadi cermin bagi publik terkait dinamika dalam penegakan hukum, terutama ketika petugas yang menjalankan tugas dengan jujur menghadapi tantangan dalam institusi. Meskipun alasan resmi belum diumumkan, dugaan kekecewaan akibat mutasi saat menangani kasus korupsi mengundang refleksi tentang perlunya sistem yang mendukung dan melindungi petugas yang berani memberantas kejahatan. Perpisahannya mungkin telah mengakhiri masa jabatannya dalam kepolisian, namun janji “sekali Bhayangkara selamanya Bhayangkara” menunjukkan bahwa semangat pengabdiannya kepada negara dan masyarakat tidak pernah pudar. Semoga kasus ini menjadi momentum bagi perbaikan yang lebih baik dalam institusi penegak hukum untuk menjaga kepercayaan publik.

Foto / Gambar : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado Jemmy James Jermas, S.Pd
Kepala Sekolah SMAN 1 Manado : Jemmy James Jermas, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadilah Member Media Kami Rp.0,. 🙏

X
error: Content is protected !!