CIREBON, Rekam-jejak.id – Jaringan Nasional Pemuda Hijau (JARNAS Pemuda Hijau) menggelar aksi penanaman pohon secara serentak di Cirebon, Bogor, dan Sukabumi sebagai upaya menanggapi krisis lingkungan yang semakin nyata. Kegiatan yang bertajuk “Penanaman Pohon Bersama Pemuda Hijau” dimulai hari ini, Sabtu (6/12/2025), dengan menanam 1.500 pohon di Desa Cangkring, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang diinisiasi bersama Program Doktoral Pendudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ditujukan untuk menjaga keutuhan alam, mengurangi bencana alam, dan mendukung program penghijauan nasional. Seluruhnya, akan ditanam sebanyak 5.000 pohon, dengan 1.500 pohon di masing-masing lokasi. Pelaksanaan di Bogor akan berlanjut pada Sabtu (13/12) dan Sukabumi pada Minggu (14/12).
Kepala Desa Cangkring, Hj. Aidah, mengapresiasi kegiatan ini sebagai motivasi bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi. “Kami siap merawat tanaman yang telah ditanam agar bisa hidup dan berdampak baik bagi kelestarian bumi,” ujarnya.
Acara di Cirebon dihadiri oleh Forkompinda Kabupaten Cirebon, perwakilan Bupati, Danrem, TNI/Polri, pemuda, dan masyarakat desa. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Gerakan Nasional 5.000 Kartu Tanda Anggota (KTA) JARNAS Pemuda Hijau untuk memperluas jejaring kader pemuda peduli lingkungan.
“Pemuda adalah agen perubahan paling strategis saat ini. Krisis iklim tidak lagi menunggu. Melalui aksi nyata ini, kami ingin membuktikan bahwa pemuda Indonesia siap menjaga bumi,” tegas Ketua Umum JARNAS Pemuda Hijau, G. Borlak.
Sekretaris Jenderal Martinus Laba Uung (Martin Uung) menyampaikan bahwa kegiatan terbuka untuk umum, khususnya pemuda usia 16–35 tahun, pelajar, mahasiswa, dan komunitas lingkungan. Pendaftaran dilakukan melalui sistem KTA dan formulir online yang akan segera dibuka. Ia juga menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan dukungan terhadap Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
“Mari bergabung bersama ribuan pemuda hijau! Kami akan melakukan deklarasi pada puncak seminar tanggal 20 Desember 2025 di GOR Kampus A UNJ,” tambahnya.
JARNAS Pemuda Hijau didirikan oleh Borlak dan Martin Uung, mahasiswa doktoral UNJ asal Timur Indonesia, dengan penanaman pohon pertama di Desa Cangkring. Organisasi ini berperan sebagai wadah kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata pemuda dalam pelestarian lingkungan skala nasional.

































































































