Yantinus Kogeya dan Istrinya Ditemukan Meninggal di Yahukimo, Diketahui Mantan Anggota KKB/OPM

Screenshot 20260723 1612452

Yahukimo,PapuaRekam-Jejak.Id- Yantinus Kogeya bersama istrinya dilaporkan ditemukan meninggal dunia di kediaman mereka di kawasan Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (15/07/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban sebelumnya diketahui pernah bergabung dengan kelompok KKB/OPM namun telah memutuskan untuk berhenti dan kembali hidup tenang di tengah masyarakat beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, kondisi kedua korban ditemukan dalam keadaan tidak berdaya di dalam rumah. Tim kepolisian Resor Yahukimo yang tiba di lokasi kejadian perkara (TKP) langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh, mengumpulkan bukti fisik, serta memeriksa kondisi lokasi. Pihak medis yang turun ke lokasi memastikan bahwa kedua korban telah meninggal dunia sebelum ditemukan oleh kerabat.

“Kami telah mencatat sejumlah temuan di lokasi, saat ini tim sedang berfokus pada verifikasi identitas lengkap korban serta penyelidikan latar belakang kejadian,” ujar perwakilan Polres Yahukimo, Rabu (16/07/2026). Beliau belum dapat merinci kemungkinan penyebab kematian maupun dugaan pihak yang terlibat, karena hasil pemeriksaan laboratorium dan autopsi masih menunggu proses selanjutnya.

Dari penelusuran lebih lanjut, Yantinus Kogeya dan istrinya diketahui pernah menjadi anggota kelompok bersenjata KKB/OPM pada tahun-tahun sebelumnya. Namun keduanya telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang, menandatangani pernyataan berhenti dari kelompok tersebut, dan memilih untuk kembali bermukim di kampung halaman serta menjalani kehidupan warga biasa. Selama masa kembali ke masyarakat, keduanya dilaporkan tidak lagi terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum dan berusaha berbaur dengan warga sekitar.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan mantan anggota kelompok yang telah berdamai serta warga Yahukimo pada umumnya. Banyak yang berharap pihak berwenang dapat mengungkap fakta secepatnya, termasuk apakah latar belakang masa lalu korban berkaitan dengan peristiwa ini.

“Kami berharap kepolisian menyelidiki kasus ini secara transparan dan tuntas. Siapa pun pelakunya harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. Hal ini juga menjadi perhatian besar bagi kami yang telah memilih untuk kembali hidup damai bersama keluarga,” ujar salah satu kerabat dekat korban yang enggan disebutkan namanya secara lengkap.

Hingga berita ini disusun, penyelidikan masih terus berjalan. Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan dugaan atau informasi yang belum terkonfirmasi resmi guna mencegah kesalahpahaman dan ketegangan di wilayah tersebut. Jenazah kedua korban rencananya akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat setempat setelah proses pemeriksaan selesai.

Foto / Gambar : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado Jemmy James Jermas, S.Pd
Kepala Sekolah SMAN 1 Manado : Jemmy James Jermas, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadilah Member Media Kami Rp.0,. 🙏

X
error: Content is protected !!