Manado, Rekam-Jejak.Id — Sebuah unggahan warga di grup media sosial Sulawesi Utara membelalakkan mata publik. Seorang pria bernama Rahmatullah Ukoli, yang mengaku sebagai seorang ustadz, diduga menipu korban hingga ratusan juta rupiah. Modus yang digunakan pun tak kalah mengejutkan: mengatasnamakan bantuan bagi korban bencana untuk mendapatkan kepercayaan dan dana.Jumat (07/08/2026)
Korban yang melaporkan menyebut, uang yang ditipu itu adalah dana pinjaman dari bank — bukan uang main-main. Sudah lebih dari setahun korban menunggu itikad baik pelaku untuk mengembalikannya, namun tak kunjung ada hasil. Pelaku yang menyandang gelar keagamaan justru dinilai memanfaatkan kepercayaan yang diberikan, bahkan diduga memakai nama korban bencana sebagai kedok demi mendapatkan uang.
Yang turut menjadi sorotan tajam dalam unggahan tersebut adalah dugaan adanya kaitan keluarga pelaku dengan lingkungan instansi pemerintah. Disebutkan bahwa kakak pelaku bekerja sebagai pejabat di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) tertentu. Hal ini memicu komentar warga yang mempertanyakan: apakah ada perlindungan atau pembiaran yang membuat pelaku merasa leluasa menyelewengkan uang orang lain tanpa rasa takut?
Warga yang menanggapi unggahan itu pun terbelah. Sebagian mendukung agar pelaku segera mengembalikan uang atau ditindak tegas. Namun ada juga yang menyarankan agar korban segera melaporkan kasus ini secara resmi ke pihak berwenang, bukan hanya melalui media sosial, agar proses hukum dapat berjalan transparan dan tidak tertutup dugaan keterkaitan jabatan keluarga.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pelaku maupun instansi terkait. Korban terus berharap pelaku memiliki kesadaran untuk mengembalikan uang yang bukan haknya, sementara masyarakat memantau perkembangan kasus ini dengan harapan hukum tetap ditegakkan tanpa pandang bulu, apa pun latar belakang keluarga pelaku.






































































































