Kapolres Boltim Tutup PETI Perkebunan Mintu

IMG 20260619 WA0095

BOLTIM,REKAM-JEJAK.ID – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Perkebunan Mintu, Desa Motongkad Bersatu, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), akhirnya diberhentikan secara tegas oleh Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan bersama jajaran. Tindakan ini disambut lega dan apresiasi tinggi oleh masyarakat setempat yang selama ini hidup dalam kekhawatiran terus-menerus menghadapi ancaman banjir bandang akibat kerusakan lingkungan.Sabtu,(18/07/2026).

Warga menjelaskan bahwa aktivitas PETI telah merusak kawasan secara masif. Pembukaan lahan, hilangnya vegetasi penyangga, serta perubahan struktur tanah akibat penggunaan alat berat menurun drastis daya serap air hujan. Kawasan ini sebenarnya merupakan daerah resapan air vital yang berfungsi menahan air saat musim hujan. Ketika fungsi itu hilang, risiko luapan air bercampur lumpur ke pemukiman di hilir menjadi sangat nyata.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh anggota yang bertindak tegas menghentikan ini. Selama ini kami selalu takut setiap hujan deras turun. Khawatir air bah datang sewaktu-waktu karena hutan dan bukit di Mintu sudah rusak,” ungkap seorang warga.

Tokoh masyarakat menambahkan, dampak kerusakan tidak hanya berupa banjir, tetapi juga berpotensi mencemari sumber air bersih, memicu longsor, pendangkalan sungai, hingga merusak lahan pertanian yang menjadi tumpuan hidup warga. “Perkebunan Mintu adalah benteng alam desa kami. Penutupan ini bukti negara hadir melindungi lingkungan dan keselamatan rakyat,” tegasnya.

Masyarakat berharap penindakan ini bukan sekadar tindakan sesaat, melainkan diikuti pengawasan rutin agar pelaku tidak kembali beroperasi sembunyi-sembunyi. “Kami ingin hidup tenang tanpa dihantui ketakutan bencana akibat ulah oknum yang merusak alam demi keuntungan pribadi,” ujar warga lain. Warga pun menyatakan siap bersinergi dengan Polres Boltim, Pemkab, dan instansi terkait menjaga kawasan ini.

Pengamat lingkungan menilai langkah ini awal yang positif, namun penegakan hukum harus menyasar juga pihak yang membiayai, menyediakan alat, maupun jaringan penadah hasil tambang, bukan hanya aktivitas di lapangan. Selain itu, diperlukan upaya pemulihan lahan dan penghijauan agar fungsi ekologis kawasan kembali normal demi jangka panjang.

Penutupan PETI di Mintu kini menjadi harapan baru. Warga berdoa agar kawasan itu kembali menjadi benteng alami yang menjaga keselamatan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang. Seluruh elemen diminta bersatu menjaga lingkungan dan melaporkan jika ditemukan kembali aktivitas yang merusak ekosistem dan membahayakan nyawa.

Foto / Gambar : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado Jemmy James Jermas, S.Pd
Kepala Sekolah SMAN 1 Manado : Jemmy James Jermas, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadilah Member Media Kami Rp.0,. 🙏

X
error: Content is protected !!