Pangdam XIII/Merdeka: TMMD, Jembatan Nyata Menuju Kesejahteraan Rakyat

IMG 20260521 WA0048 1 scaled

BOALEMO,REKAM-JEJAK.ID – Sebuah babak baru pembangunan ditandai dengan penurunan bendera secara resmi. Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., memimpin upacara penutupan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1316/Boalemo, tepatnya di Lapangan Alun-Alun Desa Limbato, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Kamis (21/5/2026). Momen ini bukan sekadar seremonial akhir kegiatan, melainkan penegasan atas satu narasi besar: bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah wujud kemanunggalan yang konkret demi percepatan kemajuan daerah.IMG 20260521 WA0048 1 scaled IMG 20260521 WA0045
Rangkaian penutupan yang berjalan khidmat tersebut diawali dengan laporan Dansatgas TMMD ke-128 mengenai seluruh capaian yang telah dilaksanakan. Puncaknya terjadi saat penandatanganan dan penyerahan naskah hasil pekerjaan antara Komandan Kodim 1316/Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, kepada Bupati Boalemo, serta ditandainya prasasti oleh Pangdam XIII/Merdeka. Tindakan ini menjadi simbol resmi diserahkannya aset hasil kerja keras bersama untuk dimanfaatkan dan dijaga oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang dibacakan oleh Pangdam, tersirat makna mendalam di balik program ini. TMMD dipandang bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik biasa, melainkan wadah sinergi strategis antara TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa ketika kekuatan pertahanan bersinergi dengan kebijakan pembangunan daerah, percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat di wilayah pedesaan dapat terwujud dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

KASAD juga memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin harmonis. Keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan ini dinilai sebagai buah manis dari semangat gotong royong yang masih terpelihara baik, sekaligus menegaskan kembali jati diri TNI sebagai bagian tak terpisahkan dari rakyat.

Hasil nyata yang ditinggalkan TMMD ke-128 di Boalemo pun berbicara banyak. Tak hanya meninggalkan jejak fisik berupa rabat beton sepanjang 600 meter dengan lebar 4 meter yang kini memudahkan mobilitas warga, kegiatan ini juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kebutuhan dasar. Mulai dari rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sarana MCK, hingga program Manunggal Air yang menghadirkan akses air bersih—segala sesuatunya dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar warga.

Lebih dari itu, TMMD juga menghadirkan sentuhan sosial melalui berbagai kegiatan non-fisik: penyuluhan bermanfaat, pemberian tali asih, pelayanan pengobatan gratis, hingga pasar murah yang disambut antusiasme tinggi oleh warga. Hal ini membongkar pandangan sempit yang menganggap tugas TNI hanya di medan pertempuran; di desa-desa, TNI hadir sebagai mitra pembangunan dan pelayan masyarakat.

Pangdam XIII/Merdeka dalam arahannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Beliau menekankan pentingnya memelihara semangat kebersamaan yang telah terbentuk, serta menjaga dan merawat setiap hasil pembangunan yang ada. Tujuannya jelas, agar manfaat dari keberadaan infrastruktur dan nilai kebersamaan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan bagi kemajuan Boalemo ke depan.

Turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini antara lain Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho, para pejabat utama Kodam XIII/Merdeka, para Dandim jajaran, serta unsur Forkopimda setempat.IMG 20260521 WA0046
Penutupan TMMD ke-128 di Boalemo menjadi bukti nyata bahwa persatuan dan sinergi antar unsur bangsa mampu melahirkan karya besar yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Program ini membuktikan bahwa kehadiran TNI tidak hanya berorientasi pada pertahanan kedaulatan negara, tetapi juga berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan dari wilayah paling bawah. Melalui perbaikan infrastruktur dasar dan penguatan hubungan sosial, TMMD telah meletakkan pondasi kuat bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa adalah kunci utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Foto / Gambar : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado Jemmy James Jermas, S.Pd
Kepala Sekolah SMAN 1 Manado : Jemmy James Jermas, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadilah Member Media Kami Rp.0,. 🙏

X
error: Content is protected !!