Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus: Ketahanan Pangan Adalah Pilar Utama Ketahanan Negara

Screenshot 20260520 190336 FunPic
Gambar Kolase

POHUWATO,REKAM-JEJAK.ID — Di tengah hamparan lahan baru yang siap menghasilkan beras di Desa Manawa, Kabupaten Pohuwato, tersirat makna besar tentang masa depan bangsa. Kehadiran Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., dalam kegiatan penanaman padi di lahan hasil cetak sawah, bukan sekadar menghadiri seremonial rutin. Langkah ini membongkar satu narasi penting: bahwa ketahanan pangan adalah pilar utama yang menopang kokohnya ketahanan sebuah negara.

Kegiatan yang berlangsung Rabu_(20/5/2026) ini menjadi bukti nyata komitmen Kodam XIII/Merdeka dalam mendukung program strategis pemerintah. Hadir bersama Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Sihotang, Bupati Pohuwato H. Saipul A. Mbuinga, S.H., serta unsur Forkopimda dan masyarakat, momen ini menegaskan satu hal—urusan pangan adalah tanggung jawab bersama, lintas sektor dan lintas unsur bangsa.

Dalam pandangan bijaksana yang disampaikannya, Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan perspektif yang sering kali terlupakan. “Ketahanan pangan bukan hanya persoalan pertanian semata, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan negara. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri,” ujar Pangdam. Pernyataan ini membuka wawasan baru, bahwa setiap butir padi yang dihasilkan di tanah air adalah wujud kedaulatan yang nyata, dan kemampuan memberi makan rakyat adalah tolak ukur kekuasaan negara yang sesungguhnya.

Lebih jauh lagi, Pangdam tidak hanya melihat lahan cetak sawah ini sebagai perluasan areal tanam. Beliau memandang wilayah ini sebagai sumber kehidupan dan harapan kesejahteraan bagi masyarakat di masa depan. Namun, ada pesan mendasar yang ditekankan agar potensi ini tidak sia-sia. Menurutnya, keberhasilan tidak berhenti pada saat tanah dibuka atau benih ditanam. Keberlanjutan adalah kunci utama.

Pangdam mengajak seluruh pihak untuk memahami bahwa keberhasilan pertanian menuntut proses panjang: dari pengelolaan air yang baik, pemeliharaan tanaman, penerapan teknologi yang tepat, hingga jaminan akses pemasaran hasil panen. Di sinilah letak kebijaksanaan program ini, yang tidak hanya mengejar target kuantitas, tetapi juga memikirkan kualitas hidup para petani dan keberlangsungan ekonomi daerah.

Dampak positif yang ditawarkan pun berlipat ganda. Program ini dinilai berpotensi besar membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor pendukung, sehingga manfaatnya menjalar luas ke seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya di sektor pertanian saja.

Pada akhirnya, Mayjen TNI Mirza Agus memberikan penghormatan tertinggi kepada para petani, yang disebutnya sebagai para pejuang pangan bangsa. Di balik hasil panen yang melimpah, terdapat ketekunan dan kerja keras mereka yang menjadi pondasi kokoh kemandirian pangan nasional. Melalui sinergi antara negara, pemerintah daerah, dan masyarakat di Pohuwato, narasi tentang kemandirian dan ketahanan bangsa kini ditanamkan langsung ke dalam tanah, untuk dipanen sebagai kemajuan bersama di masa depan.

Foto / Gambar : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado Jemmy James Jermas, S.Pd
Kepala Sekolah SMAN 1 Manado : Jemmy James Jermas, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadilah Member Media Kami Rp.0,. 🙏

X
error: Content is protected !!