MANADO,REKAM-JEJAK.ID – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulawesi Utara, Voucke Lontaan, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap kesejahteraan pekerja, khususnya insan pers di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Lontaan di Sekretariat SMSI Sulut, kawasan Jalan Piere Tendean, Kelurahan Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Kota Manado, Jumat (1/5/2026). Ia didampingi Sekretaris Jemmy Inkiriwang dan Bendahara Lucy Goni.
Lontaan menegaskan bahwa Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjuangan dan kontribusi para pekerja di berbagai sektor.
“Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. Pekerja adalah pilar utama pembangunan bangsa. Tanpa kerja keras dan dedikasi mereka, roda ekonomi tidak akan berjalan,” ujar Lontaan kepada awak media.
Ia secara khusus menyoroti posisi strategis pekerja media yang tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi, tetapi juga memikul tanggung jawab besar dalam menjaga demokrasi melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Menurut Lontaan, di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat, pekerja pers menghadapi tantangan yang tidak ringan. Mulai dari tekanan profesional, disrupsi teknologi, hingga persoalan kesejahteraan yang dinilai masih belum merata.
“Pekerja pers di Sulawesi Utara harus mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi perlindungan kerja, standar upah yang layak, maupun jaminan sosial. Tanpa itu, kualitas jurnalisme akan ikut terdampak,” tegasnya.
Ia menambahkan, transformasi digital menuntut pekerja media untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif. Namun di sisi lain, perusahaan media dan pemangku kebijakan diharapkan tidak mengabaikan aspek kesejahteraan pekerja.
“Di era digital, tuntutan semakin tinggi. Karena itu, keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan harus dijaga. Pemerintah, perusahaan media, dan organisasi pers harus hadir memastikan hak-hak pekerja terpenuhi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lontaan berharap momentum Hari Buruh 2026 dapat memperkuat sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam menciptakan iklim kerja yang adil, aman, dan berkelanjutan, termasuk di sektor media siber.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai peran pekerja, khususnya jurnalis, sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi publik yang kredibel.
“Semoga semangat Hari Buruh menjadi pengingat bahwa kesejahteraan pekerja, termasuk pekerja pers, adalah kunci kemajuan daerah dan bangsa,” pungkasnya.
Peringatan Hari Buruh 2026 menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa kesejahteraan pekerja, khususnya insan pers di Sulawesi Utara, tidak bisa ditawar lagi. Perlindungan hukum, upah layak, dan jaminan sosial adalah hak mutlak yang harus dipenuhi demi menjaga kualitas jurnalisme dan demokrasi. Sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan organisasi pers menjadi kunci utama untuk mewujudkan lingkungan kerja yang adil dan berkelanjutan.


































































































