Minahasa Selatan, Rekam-Jejak.id — Kapolres Minahasa Selatan, AKBP David Chandra Babega, memberikan pernyataan melalui pesan WhatsApp kepada awak media Rekam-Jejak.id terkait peristiwa tauran antarwarga yang terjadi di Desa Bitung, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Minggu (13/09/2026).
Dalam pernyataannya, Kapolres menyatakan pihaknya sedang menelusuri seluruh duduk perkara kejadian tersebut.
“Kejadian tauran antar kampung sedang kami dalami. Para pelaku dan penyebab keributan itu terjadi akan kami tangkap untuk diproses hukum,” tegas AKBP David Chandra Babega.
EMPAT FAKTOR PEMICU KERIBUTAN
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kapolres menguraikan empat hal yang menjadi penyebab utama terjadinya pertikaian tersebut:
1. Pengaruh minuman keras (miras)
2. Dendam lama antar kelompok pemuda
3. Provokasi yang menyebar di media sosial
4. Kurangnya pengawasan orang tua, lingkungan pergaulan yang tidak terpantau, serta kurangnya perhatian serius terhadap anak
Kapolres menekankan bahwa perhatian, edukasi, serta pengawasan orang tua adalah kunci utama dalam tumbuh kembang anak:
“Perhatian, edukasi, dan pengawasan orang tua sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Kami pihak kepolisian menghimbau para orang tua agar lebih tegas lagi mendidik anak remaja dan memberikan pemahaman. Dengan banyaknya kejadian anak remaja melakukan pelanggaran hukum sehingga merusak masa depan, edukasi dan ketegasan dalam mendidik anak untuk masa depan itu yang perlu ditingkatkan.”ujarnya.
“Karena anak-anak kita adalah amanat dari Tuhan untuk kita jaga, besarkan, dan buat mereka sukses di kemudian hari — bukan hanya sekadar membesarkan saja tanpa mendidik dan mengarahkan ke hal yang baik. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini,” pesannya.
“Jangan menunggu pihak kepolisian turun tangan. Jika semua orang tua merespons dan melarang anak mereka, pasti kejadian ini tidak akan membesar. Dan sebagai orang tua dari masing-masing kelompok agar bekerja sama menjadi penengah bersama kami pihak kepolisian agar masalah ini segera didamaikan,” pungkasnya.
Secara khusus, Kapolres Minahasa Selatan juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para Tokoh Agama, khususnya Para Pendeta, yang telah turun langsung ke lokasi kejadian:
“Kami menyampaikan terima kasih khusus kepada Tokoh Agama — Para Pendeta — yang telah turut serta membantu kami di lapangan untuk melakukan pengamanan sekaligus menenangkan suasana. Kehadiran dan peran Bapak/Ibu Pendeta sangat berarti bagi terciptanya kedamaian di tengah masyarakat,” ucap Kapolres.
Penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian memastikan pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong menjaga kedamaian di wilayah Minahasa Selatan.






































































































