SANGIHE, Rekam-Jejak.Id — Semangat kepedulian lingkungan dan kesetiakawanan terpancar dari para pemuda Kelurahan Kolongan Akembawi, Kabupaten Sangihe. Tergabung dalam dua komunitas yakni Astaki Crew dan Tifosi, para relawan pemuda ini secara bersama-sama melakukan pendakian ke kawasan Gunung Awu, dengan misi ganda: membantu memadamkan sisa-sisa kebakaran hutan sekaligus membersihkan tumpukan sampah plastik yang mengotori area sekitar gunung.Selasa(15/09/2026)
Pendakian penuh makna ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kebakaran yang melanda Gunung Awu dalam beberapa waktu terakhir. Tak hanya sekadar menyaksikan dari bawah, para pemuda ini berinisiatif turun tangan langsung — berjuang menembus medan berat untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang bisa berkobar kembali, sekaligus mengangkat tumpukan sampah plastik yang selama ini berserakan di kawasan pegunungan tersebut.
“Kami melihat Gunung Awu terbakar dan hati kami terketuk untuk berbuat sesuatu. Selain membantu memadamkan sisa api agar tidak merambat lagi, kami juga ingin menyadarkan semua orang bahwa sampah plastik di sekitar gunung ini juga harus dibereskan. Ini rumah kita, ini jantung Sangihe,” ungkap salah satu perwakilan komunitas di lokasi kegiatan.
Dengan semangat gotong royong khas masyarakat Sangihe, para relawan berbagi tugas: sebagian tim memeriksa dan membasahi titik-titik yang masih berpotensi berapi, sementara kelompok lain bergerak mengumpulkan sampah plastik dan memisahkannya untuk diturunkan ke bawah gunung guna didaur ulang atau dibuang dengan benar.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari warga sekitar. Diharapkan, langkah yang diambil oleh Astaki Crew dan Tifosi ini dapat menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk peduli menjaga kelestarian alam Gunung Awu, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam keseharian melalui disiplin membuang sampah pada tempatnya.






































































































