MINAHASA, Rekam-Jejak.id — Kekeringan dan penurunan debit air bersih yang melanda Desa Tateli 3, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, telah berlangsung lama dan bahkan sudah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa, termasuk kepada Bupati dan Wakil Bupati. Namun hingga kini belum ada tanggapan maupun langkah konkret dari pemerintah daerah. Seolah-olah tidak ada upaya sungguh-sungguh untuk mencarikan solusi bagi krisis yang dirasakan langsung oleh warga.Senin(07/09/2026)
Langkah-langkah yang seharusnya dilakukan—seperti membangun Bak Sentral yang lebih besar, mencari titik mata air yang lebih baik dan memadai—sama sekali tidak terlihat. Sebaliknya, seolah-olah pemerintah hanya menunggu “mukjizat” dari Sang Pencipta tanpa usaha nyata. Bahkan upaya sederhana untuk menyesuaikan pembagian air secara merata dari jalur yang masih berjalan lancar pun tidak diberlakukan oleh Pemerintah Desa.
“Kami sudah melapor ke Bupati dan Wakil Bupati, tapi sampai saat ini tak ada tanggapan. Seolah kami warga Desa Tateli 3 tak dipedulikan. Padahal kami butuh air untuk hidup, bukan untuk hal lain,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk segera turun langsung ke lokasi guna memastikan pasokan air dapat memenuhi kebutuhan warga Desa Tateli 3. Apabila Pemerintah Desa maupun Kabupaten belum mampu memberikan solusi, warga memohon kepada Pemerintah Provinsi maupun pihak lain yang berwenang untuk turun tangan. Menurut warga, krisis air ini tidak seharusnya terjadi di wilayah Desa Tateli 3.
Selain itu, warga juga mengaitkan penurunan debit air dengan aktivitas Galian C yang beroperasi di wilayah tersebut. Jika aktivitas pertambangan itu terbukti menjadi penyebab berkurangnya sumber air, masyarakat meminta agar kegiatan tersebut segera dihentikan. Apalagi jika aktivitas Galian C tersebut tidak memberikan kontribusi apapun kepada Desa, warga berhak meminta Pemerintah Desa untuk segera menghentikan seluruh kegiatan tersebut demi kepentingan bersama.
“Kalau Galian C itu bikin air kami makin habis dan tak ada untungnya buat warga, untuk apa biarkan berjalan? Lebih baik dihentikan sekarang juga sebelum semuanya terlambat,” tegas warga lainnya.






































































































