MANADO,REKAM-JEJAK.ID – Muncul berbagai informasi yang saling berkaitan dalam kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang sedang menjadi sorotan. Oknum wartawan yang disingkat (FS) diduga pernah menerima jatah dari beberapa pihak yang diduga sebagai mafia BBM yang beroperasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjadi sorotan dalam pemberitaan tersebut.Selasa,(14/07/2026).
Terkait pemberitaan yang menyoroti SPBU Tateli, muncul isu dugaan bahwa oknum wartawan FS meminta uang sebesar Rp30.000.000 untuk penyelesaian terkait hak jawab atas beritanya yang menyoroti SPBU yang disorotinya. Informasi ini pun menimbulkan kesan buruk terhadap profesi wartawan, di mana berita yang ditayangkan dinilai hanya dijadikan alasan atau sarana untuk mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar. Bahkan, ia diduga terkesan memperalat ketentuan hak jawab maupun Undang-Undang Pers untuk melakukan pemerasan terhadap pihak yang dimintai uang.
Saat dimintai konfirmasi terkait hal tersebut, FS memberikan penjelasannya:
“Saya tidak pernah meminta uang 30 juta untuk take down atau menghapus berita. Namun untuk urusan hak jawab, saya meminta 30 juta dengan catatan berita tidak akan dihapus.”ungkap FS
Menyangkut dugaan menerima jatah dari pihak yang diduga sebagai mafia BBM, FS membantah hal tersebut secara berlebihan dan menyatakan:
“Adapun informasi yang menyebut saya menerima jatah dari mereka, itu tidak benar. Saya hanya pernah satu kali meminta bantuan kepada mereka saja,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan sumber yang dekat dengan permasalahan ini namun enggan menyebutkan identitasnya, dikemukakan:
“Ia memang sering minta bantuan kepada kami. Namun saat ini kami sebenarnya sudah tidak lagi melakukan aktivitas tersebut, tapi masih saja dihubungi untuk meminta bantuan uang. Kami tetap memberikannya, walaupun nilainya hanya ratusan ribu rupiah, namun kami sering memberikannya kepadanya setiap kali ia menghubungi kami,” pungkas sumber.
Diketahui, isu ini bermula dari pemberitaan yang dimuat di Website Abadipost.com yang memuat berbagai laporan terkait dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi di SPBU Tateli.





































































































