Bolaang Mongondow Timur,Rekam-Jejak.id – Melalui Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., memerintahkan jajaran Kodim 1303/Bolaang Mongondow untuk memberikan dukungan maksimal dalam upaya pencarian warga yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Mintu, Desa Atoga, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Selain mengerahkan tenaga personel, perintah tersebut juga mengarahkan agar Kodim 1303/Bolmong senantiasa berkoordinasi secara ketat dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta jajaran Koramil 1302/Minahasa, khususnya Koramil 1302-09 Modoinding. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses penelusuran sekaligus memudahkan langkah evakuasi jika diperlukan.
Upaya yang dilakukan bersama itu akhirnya membuahkan hasil positif. Empat warga asal Lorong Agoan, Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, yang sebelumnya dinyatakan tersesat saat hendak menuju lokasi tambang di Hutan Mintu, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim gabungan.
Keempat warga tersebut ditemukan pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 03.40 WITA, tepatnya di area perkebunan Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Dalam operasi pencarian ini, Kodim 1303/Bolmong menurunkan empat orang anggotanya yang bergabung ke dalam tim gabungan, serta menyiapkan dukungan fasilitas kesehatan lapangan untuk mengantisipasi kondisi fisik para korban.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula pada Senin (15/6), ketika sebanyak 11 warga berangkat menuju lokasi tambang di Hutan Mintu. Rombongan mengambil jalur lintas hutan dari Desa Kakenturan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, menuju wilayah perkebunan di Desa Togid.
Di tengah perjalanan, empat orang di antaranya terpisah dari kelompok utama dan akhirnya tersesat karena belum mengenali rute serta kondisi medan yang lebat. Selama terpisah, mereka mampu bertahan hidup dengan memanfaatkan gubuk darurat yang ada di sekitar kawasan hutan sebagai tempat berlindung.
Selama beberapa hari berturut‑turut, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Basarnas, perangkat desa, keluarga korban, dan warga sekitar terus melakukan penelusuran menyeluruh hingga akhirnya berhasil menemukan keempat warga tersebut dalam keadaan selamat dan cukup sehat.
Keberhasilan menemukan kembali keempat warga ini menunjukkan pentingnya koordinasi dan sinergi yang baik antarinstansi serta peran aktif masyarakat dalam situasi darurat. Instruksi tegas pimpinan dan kesiapan personel menjadi kunci berjalannya operasi dengan cepat dan aman. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi setiap orang yang melintasi kawasan hutan untuk memahami medan perjalanan, menentukan rute yang jelas, serta memberitahukan keberangkatan kepada pihak berwenang demi menjaga keselamatan diri sendiri.





































































































