Bahaya Tersembunyi di Bawah Laut Sulawesi, Patahan Raksasa Ini Penyebab Tsunami Tinggi di Palu 2018

Screenshot 20260415 001204 Chrome
Tangkapan Layar : Peta Sulawesi.(ist).

JAKARTA,REKAM-JEJAK.ID – Peneliti menemukan fakta mengejutkan mengenai kondisi geologis di bawah Pulau Sulawesi. Sebuah patahan raksasa yang memanjang hingga ke dasar laut teridentifikasi sebagai ancaman serius yang berpotensi memicu tsunami dahsyat.

Temuan ini diungkapkan oleh Tang Tingwei dari Institute of Geology and Geophysics di Chinese Academy of Science, menggunakan analisis sinyal sensor canggih. Patahan tersebut dikenal sebagai Patahan Palu-Koro.

Penelitian menunjukkan bahwa patahan ini tidak hanya berada di daratan, melainkan terus memanjang hingga ke dasar laut dan membelah kerak bumi. Ini membuktikan bahwa sistem sesar di garis pantai Sulawesi terhubung langsung dengan struktur geologis di lautan, yang memiliki potensi mengguncang area yang sangat luas dan memicu gelombang besar.

Salah satu temuan paling krusial adalah perbedaan ketebalan kerak bumi yang ekstrem. Di bawah Laut Sulawesi, ketebalan kerak bumi hanya sekitar 8 kilometer, jauh lebih tipis dibandingkan area sekitarnya yang mencapai 26 kilometer. Semakin ke arah utara, kedalaman ini bahkan bertambah hingga 30 kilometer.

Kondisi ini membuat Patahan Palu-Koro layak disebut sebagai “penghubung” berbagai sistem sesar yang berbeda. Di satu sisi terdapat dasar laut yang tipis, dan di sisi lain terdapat kerak bumi yang lebih tebal layaknya sesar benua.

“Perbedaan inilah yang menjadi kunci. Biasanya tekanan tektonik akan terfokus kuat di area pertemuan atau gesekan antara dua jenis kerak bumi yang berbeda ketebalannya,” jelas temuan tersebut.

Penemuan ini akhirnya memberikan penjelasan ilmiah mengapa tsunami yang terjadi saat Gempa Palu, 28 September 2018, begitu mematikan dan di luar perkiraan. Saat itu, gelombang tsunami mencapai ketinggian hampir 11 meter di pesisir barat Sulawesi.

Secara teori, pergerakan patahan mendatar (strike-slip) biasanya hanya mengangkat air dalam jumlah kecil. Namun, fakta baru ini membuka tabir bahwa patahan yang terjadi justru sangat dalam, sehingga menyebabkan dasar laut “bengkok” dan turun secara drastis, yang kemudian menyedot dan menghempaskan air laut dalam jumlah masif.

Selain itu, pergerakan gempa saat itu tergolong supershear atau runtuh dengan kecepatan sangat tinggi. Kecepatan ini membuat dampak guncangan merambat sangat cepat dan luas sepanjang patahan, termasuk hingga ke sistem di Laut Sulawesi.

Kesimpulannya, gempa yang terjadi di daratan Sulawesi tidak hanya berdampak pada wilayah darat saja, tetapi secara langsung memicu perubahan besar pada struktur dasar laut yang berujung pada tsunami yang menghancurkan.

Foto / Gambar : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado Jemmy James Jermas, S.Pd
Kepala Sekolah SMAN 1 Manado : Jemmy James Jermas, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadilah Member Media Kami Rp.0,. 🙏

X
error: Content is protected !!