BOLTIM,REKAM-JEJAK.ID – Penegakan hukum yang adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat kecil menjadi fokus utama Kepala Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur (Kapolres Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan. Ia menegaskan bahwa seluruh informasi maupun laporan terkait dugaan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) akan ditindaklanjuti secara profesional, namun tetap dilakukan dengan cara yang cermat dan berhati-hati.Kamis,(04/06/2026)
Dalam pernyataannya, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya memahami kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan 25 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) khusus untuk masyarakat penambang tradisional. Oleh karena itu, setiap kasus yang masuk tidak akan langsung ditindak secara sepihak, melainkan akan melalui tahap pemeriksaan mendalam terlebih dahulu.
“Apabila ada laporan atau pemberitaan mengenai dugaan PETI di wilayah kami, langkah pertama yang kami lakukan adalah memverifikasi data. Kami akan melihat apakah lokasi tersebut masuk dalam 25 blok WPR yang telah ditetapkan, apakah sudah dilengkapi dokumen izin yang sah, serta siapa pihak yang mengelolanya. Semua proses ini dilakukan demi memastikan keadilan bagi semua pihak,” ujar AKBP Golfried.
Sikap tegas namun tetap manusiawi ini mendapat sambutan positif dan apresiasi tinggi dari kalangan penambang rakyat. Salah satu warga bernama Budi mengaku sangat berharap pendekatan ini dapat menciptakan ketertiban sekaligus rasa aman bagi mereka yang menggantungkan hidup dari hasil tambang.
Selain kebijakan aparat, masyarakat juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada salah satu anggota DPRD Boltim berinisial RS. Tokoh daerah tersebut dinilai sangat peduli karena memberikan izin penggunaan lahan miliknya kepada warga untuk dijadikan tempat bekerja mencari nafkah.
“Kami sangat bersyukur masih ada tokoh yang mau membuka kesempatan bagi masyarakat kecil seperti kami. Kesempatan bekerja di lahan tersebut sangat berarti untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” ungkap Budi.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan warga sepenuhnya bersifat tradisional dan tidak membahayakan lingkungan. Para penambang hanya menggunakan alat sederhana serta bantuan air, sama sekali tidak memakai bahan kimia berbahaya seperti sianida atau merkuri.
Dengan adanya keselarasan antara aturan hukum, kebijakan pemerintah, kepedulian tokoh masyarakat, serta cara kerja yang ramah lingkungan, wilayah Boltim kini dipandang memiliki peluang besar menjadi contoh sukses pengelolaan pertambangan rakyat yang tertib, aman, dan menyejahterakan warga.




































































































