MANADO, Rekam-Jejak.id — Seorang pria yang mengaku sebagai dokter dari Siloam Hospital Manado diduga bertindak kasar dan hampir menabrak petugas keamanan Megamas Manado pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WITA, Minggu,(10/10/2026).
Pria yang mengenakan kaos Siloam dan menyebut namanya Wiliam itu juga mengaku diri sebagai adik Kapolda Sulut saat dicegat petugas.
Insiden bermula ketika mobil yang dikendarai Wiliam menabrak trafficon dan rambu larangan di kawasan Megamas. Sekuriti RM atau Risky yang sedang bertugas kemudian membuntuti dan mencegat kendaraan tersebut di kawasan Cafe Mistik.
“Saya minta turunkan kaca secara sopan. Tiba-tiba dia bilang oh saya tabrak aset ya, lalu mundurkan mobil dan hendak menabrak saya,” ujar Risky. Pelaku tidak berhenti dan justru mengejarnya menggunakan mobil dari arah Mistik hingga ke depan Hotel Wish Prime, bahkan menabrak papan petunjuk lalu lintas secara brutal.
Saat dikepung sejumlah sekuriti dekat Klenteng, pelaku terlihat mabuk berat dan menantang petugas. “Kalian mau lapor ke Kapolres dan Kapolda ya. Saya ini adik Kapolda. Silahkan lapor,” ucapnya dengan nafas berbau minuman keras.
Pelaku sempat menawarkan ganti rugi namun meminta surat resmi dari kantor. Tak lama kemudian kakaknya datang dan memohon maaf. Mobil listrik merk Denza milik pelaku sempat ditinggalkan di depan Milenium, namun kemungkinan sudah diambil keluarganya.
Terpisah, ayah Risky, Kamrin yang juga wartawan mendesak manajemen Megamas agar segera melaporkan kejadian ini ke Polres Manado maupun Polda Sulut.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengemudi dalam keadaan di bawah pengaruh minuman keras maupun obat-obatan. Hal ini membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Mengemudi dengan tenang dan patuh rambu lalu lintas adalah tanggung jawab setiap pengguna jalan. Jika mengalami emosi atau kelelahan, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu sebelum berkendara. Jangan biarkan satu momen kelalaian merugikan banyak pihak.
“Ini tindakan biadap. Orang yang seharusnya menyelamatkan nyawa malah berniat membunuh. Saya tidak peduli dia adik siapa, ada indikasi percobaan pembunuhan harus diproses hukum seadil-adilnya. Jangan sampai kedudukan jadi tameng kejahatan,” tegas Kamrin.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak RS Siloam Manado terkait insiden tersebut.






































































































