MINAHASA TENGGARA, Rekam-Jejak.id — Unggahan beberapa foto di akun pribadi Kifly Sepang belakangan ini justru memicu tanggapan yang beragam. Publik heboh, tak sedikit yang berujung pada hujatan ada yang menyebutnya pamer kekayaan, sombong, dan berbagai tudingan lainnya. Padahal bagi Kifly, apa yang ia lakukan adalah hal yang wajar dilakukan setiap manusia. Jumat, (23/10/2026).
Setiap orang tentu memiliki momen menarik yang ingin diabadikan, baik saat sedang menghadiri acara, berkumpul bersama kerabat, maupun saat momen kebahagiaan. Dulu, di tahun 70-an hingga 80-an, ketika ponsel pintar belum ada, orang pun berbondong-bondong memotret momen berharga untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Mengabadikan momen adalah kebutuhan manusia yang wajar, namun hal berbeda justru dialami Kifly Sepang. Alih-alih dipahami, unggahannya justru dibenturkan dengan berbagai tudingan negatif.
Dampaknya terasa nyata bagi dirinya. Kifly yang sejatinya sosok terbuka, ingin memperluas pertemanan, membangun relasi, dan menjalin silaturahmi, justru memilih memberi jarak. Berbagai sorotan membuatnya menahan diri untuk tidak terlalu dekat dengan orang baru. Ia merasa harus menekan jiwa sosialnya sendiri, sekadar karena takut disalahpahami.
“Saya bingung di mana saya harus berdiri dan melangkah, karena banyak orang hanya melihat dari luar saja dan mendengar kata orang lain, namun tidak menyelidiki lebih dalam tentang diri saya, dari diri saya. Hal itu yang membuat saya membatasi untuk membuka pintu bagi orang baru, bahkan sampai mengunggah foto saja saya merasa agak was-was, jangan sampai lagi dianggap pamer,” ujar Kifly dengan nada yang jujur dan terbuka.
Di akhir pesannya, Kifly menyampaikan harapan tulusnya kepada semua pihak. “Kenali diri saya secara langsung. Jangan hanya mendengar kata orang lain, karena apa yang mereka sampaikan tentang saya belum tentu benar,” pesan bos muda ini.






































































































